Makassar, fkg.umi.ac.id — Penguatan kualitas sumber daya manusia kembali ditegaskan oleh Yayasan Wakaf UMI melalui pengukuhan 200 dosen dan pegawai tetap di lingkungan Universitas Muslim Indonesia. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Al Jibra UMI, Kampus II UMI, Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Senin (27/4/2026).

Sebanyak 200 penerima amanah tersebut terdiri dari 167 dosen dan 33 tenaga kependidikan tetap. Dalam kegiatan ini pula turut diamanahkan 18 dosen dari fakultas kedokteran gigi dan 3 tenaga kependidikan. Pengukuhan ini menjadi bagian dari upaya strategis dalam memperkuat peran institusi sebagai pusat pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berlandaskan nilai-nilai keislaman.

Rangkaian acara berlangsung dengan penuh kekhusyukan. Diawali dengan pembacaan ayat suci Alquran dan doa, kegiatan kemudian berlanjut pada pembacaan surat keputusan pengangkatan. Para penerima amanah selanjutnya menegaskan komitmennya melalui penandatanganan dan pembacaan Pakta Integritas secara bersama-sama.

Tidak berhenti pada seremoni formal, para dosen dan pegawai yang baru dikukuhkan langsung mengikuti sesi pembekalan sebagai langkah awal dalam menjalankan tugasnya. Materi pembekalan pertama disampaikan oleh Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI Prof. dr. H. Mansyur Ramly, SE., M.Si, melalui hybrid atau daring.

Sesi ini dipandu oleh Kepala Humas, Protokoler, dan Kerja Sama UMI, Dr. Eng. Irma Nur Afiah. Dalam pengantarnya, ia menekankan bahwa kecintaan terhadap institusi tidak cukup diwujudkan melalui kata-kata, tetapi harus tercermin dalam tindakan nyata dan pengabdian sehari-hari.

Dalam pemaparannya, Prof. Mansyur mengajak seluruh penerima amanah untuk bekerja dengan landasan keikhlasan dan tanggung jawab. Ia menegaskan bahwa amanah yang diberikan harus melahirkan integritas, kejujuran, serta citra positif bagi institusi di mata masyarakat.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kedekatan spiritual kepada Allah sebagai bagian dari identitas UMI sebagai kampus ilmu dan dakwah. Menurutnya, nilai-nilai spiritual dan etos kerja Islami harus berjalan seiring dalam setiap aktivitas profesional.

Melalui momentum ini, UMI berharap para dosen dan pegawai baru dapat segera beradaptasi dan memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan mutu pendidikan, pelayanan, serta pengabdian kepada masyarakat. Pengukuhan ini sekaligus menjadi langkah berkelanjutan dalam memperkuat posisi UMI sebagai perguruan tinggi yang berdaya saing dan berkarakter.